Penggalan Cerpen Agus Noor – Empat Cerita Buat Cinta : Penyemai Sunyi

Akan kusampaikan padamu satu cerita pendek karya Agus Noor – Empat Cerita Buat Cinta dengan sub-cerita Penyemai Sunyi . Kisah sedih menyayat pilu yang disampaikan dengan bahasa yang indah.

Bagaimana bisa mas Agus Noor selalu menemukan kata yang tepat dalam setiap cerpennya? Ah, someday I will. 🙂

Cerpen ini ada dalam buku kumpulan cerpen “Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia”

——————————————————————————

Tapi, malam itu aku menemukan rumah begitu ganjil. Pintu setengah terbuka dan darah berceceran di lantai. Perabotan terguling berantakan. Asih tertelungkup dengan kepala pecah. Ida, Renaldi, Inan, dan Betita anak-anakku tercinta terkapar dengan mata terbelalak. Seakan ketakutan masih lekat di kelopak mata mereka.

Aku masih termangu di beranda, menyaksikan setangkai sunyi itu tumbuh mekar dan makin mengesankan, sementara kegelapan semakin sempurna dalam gerimis. Pagar dan pepohonan basah, jalanan berkilat, dan makin muram, sedangkan pohon-pohon tampak menggigil ganjil. Aku melihat setangkau sunyi itu bergoyang-goyang dijentikkan angin. Ada suasana gaib yang ditimbulkannya. Seperti ada kesedihan yang diuntai jadi bunga keindahan. Atau semacam kesyahduan dan kerelaan yang tulus dalam duka tak berkesudahan.

——————————————————————————-

https://i0.wp.com/d.gr-assets.com/books/1269702122l/7923361.jpg

goodreads : www.goodreads.com/book/show/7923361-sepotong-bibir-paling-indah-di-dunia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: