Perkara Lupa Nama dan Ingat Wajah

Minggu lalu, malam hari sepulang dari bertamasya ke Batu bareng paklek dan bulek, kebetulan waktu itu ayah dan ibuk lagi nggak bisa ikut. Kendaraan kami berbelok ke pusat makanan PKL di daerah dekat rumah. Begitu kendaraan berhenti para saudara sepupu langsung berhamburan menyerbu meja makan. Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam  tapi masih saja ramai tempatnya, ada orkes tunggalnya pula, hiburan bagi para pengunjung.

“aku nasi gule kambing fik, minum es teh” kata paklek.

“aku lontong balap mas! nambah jus melon” sahut si B sepupu saya lainnya.

“aku ayam goreng wae fik, sama es teh yo, suwun” kata pak sopir.

“yooo yoo, sek ya sabar, kupesenkan dulu” kataku.

***

Setelah semua pesanan terkumpul, saya bergegas menuju ke satu stan ayam & bebek goreng memesan dua porsi ayam goreng serta es teh. Setelah itu beralih ke tiga stan di sebelah kiri, saya memesan nasi gulai kambing. Nah pas balik badan akan kembali ke meja, di sebelah kami duduk sepasang suami istri dengan dua anak, sebut saja namanya pak A dan ibu B, duduk bersama anak lelaki berumur sekitar 10 tahun, sedangkan anak satunya berumur sekitar 7 tahun an.

“Hei Mas” sapa si A sambil senyum-senyum sendiri kepadaku. Ini orang kenapa ya, apa kenal aku. Saya coba mengingat siapa sih sebenernya lelaki ini, sudah 3 detik berlalu dan kami masih saling senyum. Kikuk itu sudah pasti

smile

smile

***

Situasi lupa nama tapi ingat wajah pasti pernah anda alami juga, ketika seorang tersenyum pada anda, merasa pernah melihatnya di suatu tempat tapi tetap saja tak bisa mengingat namanya. Apalagi saya termasuk orang visual dan memiliki kelemahan dalam hal menghafal. Daripada mati gaya, maka ini yang biasa saya lakukan :

  • Tetap senyum sambil mengungat-ingat siapa nih orang
  • Bertanya hal-hal klise “Eh Bapak, makan-makan bareng keluarga (yaiyalah), dari pergi jalan-jalan toh pak?”
  • Perhatikan sekelilingnya, barangkali ada yang bisa dikenali
  • Lirik ke meja anda duduk, kemudian pamitlah “Saya mau balik ke meja dulu Pak”
  • Jangan lupa senyum lagi 🙂

Setelah kembali ke tempat duduk, menikmati segelas jus alpukat mataku melihat ke arah meja pak A. Mataku beradu pandang dengan mata istri dari pak A, ah sepertinya aku mengenalinya. Otakku mulai mengingat kembali, itu tatapn mata bu B, wajah pak A yang sering kutemui ketika pergi ke masjid. Rupanya, mereka sekeluarga adalah tetangga saya yang rumahnya berada di ujung gang. 😀

 

 

————————————

*image source : smile

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: