#ProjectMenulis Cerpen bareng Winona

Seminggu lalu saya baca pengumuman tentang sayembara penulisan cerpen dengan tema “Kejutan Ramadhan” yang diadakan oleh @nulisbuku. Baca-baca detail informasinya ada 2 kategori yaitu perorangan dan kolaborasi. Nah asyik nih ada kategori kolaborasi. Jadi teringat project bikin cerpen bareng yang kuinisialisasi bersama winona bocil tiga hari sebelumnya.

Si bocil ini udah bikin cerita tentang perempuan yang menangis diatas kubur kekasihnya, lantas hujan semakin deras, tak disangka muncullah perempuan berpayung hitam yang mengaku sebagai kekasih kekasihnya (faham kan maksudnya? :D) selengkapnya bisa dibaca di dududu

Nah bagian cerita itulah yang pada akhirnya dikembangkan menjadi sebuah cerpen dengan hasil yang ….. sungguh di luar perkiraan. Ending yang hampir mirip, namun dengan setting lokasi dan gaya bahasa yang berubah total.

Sebagai bocoran nih 😛 cerpen yang kami buat berjudul “Kepulangan bang Toyib” , penasaran pengen tau sinopsisnya? (bacanya dari bawah ke atas ya, ngecapture dari twitter)

sinopsis "kepulangan Bang Toyib"

sinopsis “kepulangan Bang Toyib”

Udah bisa kebaca kan tokoh-tokohnya dan setting ceritanya?

Secuplik paragraf “Kepulangan Bang Toyib”

Kulirik jam tangan, pukul sembilan lewat empat menit. Tinggal berpuluh langkah aku kan sampai di rumah. Nampaklah bayang-bayang Fitiya makin dekat, mendekap kerinduan yang meluap. Langkah kupercepat, kuburu waktu yang telah lewat ……

Fitiya menunduk, seakan pertanda setuju, bayangan makin mendekat merapat. Mataku menjadi gelap, panas menyeruak dalam darah. Lari melaju menuju mereka, kusahut sebatang ranting kayu serupa separuh tongkat. Satu ayunan telah siap, kuarahkan tepat pada muka bayangan itu, namun tak sampai jarak sehasta, kacau sudah semuanya. Fitiya terperanjat, berteriak serupa suara gagak, bayangan itu lekas beranjak, lari meninggalkan emosiku yang kian menanjak.Hening. Emosi masihlah meluap, tiada kata terucap. Luka yang penuh duka. Perih terus menindih.

***

Empat tahun aku menunggumu, Bang. Menjalani siang dan malamku dengan hiasan cibiran tetangga. Mereka menyebutku perempuan sinting karena setia menunggu laki-laki tak tahu diri, ayah tak bertanggung jawab, dan suami pengkhianat. Namun aku tetap gentar karena yakin kau akan segera pulang, lengkap dengan setangkup kebahagian dan berbagai kisah dari tanah perantauan.

***

Langit ikut berkabung di hari ke dua puluh enam bulan Sya’ban tahun ini, air matanya deras menghujani kampung. Seorang mayat laki-laki telah dikuburkan, warga kampung baru saja pulang dengan bisik-bisik yang tak mengganggu, dan kini tinggal Fitiya yang menangis sejadi-jadinya di sebelah makam suaminya.

Cerita di Balik Penulisan

Ada beberapa hal unik dibalik penulisan ini

  1. Kami belum pernah nulis cerpen bareng sebelumnya.
  2. Kami menulisnya memanfaatkan teknologi google docs.
  3. Saat cerpen sudh dikumpulkan ada kewajiban untuk ngetwit sinopsisnya, niatnya ngetwit sahut-sahutan antara saya dan bocil, berhubung udah malem aku jadi tertidur, padahal saat itu bocil harus jemput maminya di bandara habis pulang umroh.
  4. Aku dan bocil hanya berkomunikasi lewat whatsapp da google docs aja dalam penulisan cerpen ini.
  5. Cerpen ini agak-agak bergaya bahasa melayu, apa sebabnya? tak lain tak bukan karena saya baru aja namatkan buku kumpulan cerpen Bob Marley dan 11 cerita pendek dimana 3 diantara cerpennya bergaya bahasa melayu :

Demikian, moga nanti hasilnya memuaskan 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: