Memanfaatkan Momen Lebaran, Jualan!

Lebaran sebentar lagi. Lebaran identik dengan baju baru, celana baru, perabotan baru, tak dapat dipungkiri lagi memang yang berkembang di masyarakat seperti itu. Padahal yang penting sih hatinya yang baru, bener nggak? 😀

Bagi anda yang sudah dianggap dewasa dan memiliki penghasilan sendiri (biasanya) ditodong dimintai angpao entah itu saudara, ponakan, atau bahkan tetangga-tetangga yang masih kecil. Walaupun nggak dimintai paling nggak anda sendirilah yang ingin berbagi kebahagiaan dengan membagi-bagikan angpao.

Nah lho repot kan, kebutuhan lebaran yang sudah banyak mulai dari kebutuhan pribadi, beli-beli kue lebaran (buat para ibuk-ibuk nih), mudik (klo tinggalnya beda kota dengan orang tua), kasih bingkisan ke orang-orang tersayang (orang tua, pasangan, mertua, dll) juga yang tak boleh dilupakan infaq, sadaqoh, dan zakat tentunya masih saja ditambahi dengan bagi-bagi angpao.

Lalu pertanyaannya, darimana duit tambahan untuk dana lebaran? Bagi yang berstatus pegawai swasta bisa mendapatkan duit tambahan dari yang namanya THR (tunjangan hari raya), lain lagi bagi pegawai negeri yang sudah tak mendapat jatah THR. Bagi yang berwirausaha bahkan harus memberi THR pada pegawainya. Bagi yang freelance? berupaya lebih keras lagi ngebut ngerjakan project.

Pertanyaan “Darimana duit tambahan untuk dana lebaran?” benar-benar mengusik pikiran saya, ya walaupun sudah dapet THR dari kantor (karena status saya sekarang pegawai) kalau ada dana tambahan lagi kan jadi lebih oke :p . Bukan dalam artian untuk memenuhi hasrat konsumtif, namun lebih ditekankan pada unsur “berbagi”nya, karena jika punya lebih maka sesuatu yang dibagi tentunya jadi lebih banyak lagi dong.

Darimana dapet duit tambahan?

Beberapa hari ramadhan berjalan saya kepikiran buat jualan, setelah tahun lalu saya jualan keripik, camilan ringan, dan kue lebaran. Kali ini teringat bulek/bibi saya biasa kulakan baju-baju muslim dan menjualnya pada warga kampung dengan sistem kredit.

Bicara warga kampung mau tak mau harus memahami kondisi finansial mereka, ciri-cirinya sebagai berikut :

  • Jarang ada yang mau beli kontan, kalaupun ada jumlahnya sedikit. ini karena mereka dengan pendapatan yang pas-pasan memilih untuk membagi pos-pos pengeluarannya dalam jumlah kecil.
  • Pelunasan barang yang dilakukan umumnya selama 5-10 bulan
  • Barang yang dibeli kualitasnya tidak perlu yang “high class” yang penting nyaman dipake dan harganya tak terlalu mahal.

Namun karena ada kendala dalam hal modal, sudah dari tahun kemarin bulek saya memutuskan nggak jualan lagi.

Nah! gayung bersambut kan, ada kemauan maka ada jalan. Akhirnya saya hubungi bulek dan menawarkan kerjasama dalam hal jual-menjual baju muslim ini. Saya bagian memodali dan mencarikan tempat kulakan yang harganya oke, bulek bagian memasarkan dan mengurusi pembayaran dari pembeli. Kali ini adek saya pun ikutan ambil bagiian memasarkan ke temen-temennya kuliah.

Apa saja yang dijual

Karena bulek biasanya hanya jual baju musim anak-anak, saya pun mengiyakan, tapi kenapa nggak menambah varian? Baju takwa, jubah-jubah untuk perempuan, juga mukenah rasanya bisa ditabahkan dalam list yang dijual.

Dari list tersebut ketemulah saya dengan beberapa supplier yang cocok.

1. Baju Muslim Anak

Awalnya tertarik kulakan dari habibah collection mengingat koleksinya yang banyak dan setelah saya kunjungi workshopnya, koleksinya lumayan banyak dan kualitas kai yang bagus, tentu saja dengan harga yang bersaing. Namun ternyata saya telat karena sebagian besar koleksinya untuk baju berukuran anak-anak umur 9-12 sudah habis (padahal itu yang kami targetkan)

Untungnya nemu tempat yang pas, Aish collection, langganan bulek saya di daerah Peneleh Surabaya. Kami putuskan Aish jadi tempat kulakan untuk baju muslim anak.

2. Baju Takwa/Koko

Kulakan baju takwa atau biasa disebut juga baju koko ini lumayan susah carinya, hingga akhirnya ketemu dengan konveksi yang memproduksi baju takwa dengan brand Al-Ardis di daerah Wonocolo Surabaya, berikut ini beberapa koleksinya.

koleksi al ardis

koleksi al ardis

Baju Takwa ini yang paling banyak larisnya, karena kebetulan saat itu ada permintaan dari seseorang pengusaha kontraktor yang ingin membelikan baju takwa untuk seluruh pegawai di kantornya juga tukang-tukang di lokasi proyek konstruksi bangunan.  Menariknya karena saya memborong banyak pada konveksi Al Ardis ini, oleh Pak Nardi pemiliknya saya diberi bonus baju takwa tanpa saya minta, bahkan saat kesana sampai menjelang maghrib saya diajak berbuka bersama di rumahnya 😀

3. Jilbab, Jubah, dan Baju Perempuan

Awalnya tertarik dengan produk-produk dari Sashmira collection, lokasinya lumayan deket dengan rumah, setelah saya dan ibuk datang ke outletnya dan beli katalognya dua biji masing-masing untuk produk Sashmira dan Hazna kami pun membawanya pulang.

“Wiih, mahal-mahal gini fik, klo untuk ukuran orang kampung sini ya nggak mampu” begitu kata bulek begitu kutunjukkan  katalog dan pricelistnya. Yasudahlah akhirnya harus cari alternatif lain.

Saat keliling ke DTC nemani adek  dan bulek, akhirnya kami nemu outlet Ukhti, nah kali ini model baju-baju dan harganya juga cocok nih. Setelah kulakan beberapa baju dan tak lupa beli katalognya sebiji serta minta pricelist kami pun pulang. Seluruh barang siap dipasarkan!

suasana di outlet Uhkti

suasana di outlet Uhkti

Penutup

Alhamdulillah rencana memanfaatkan momen lebaran dengan berjualan berjalan lancar, walaupun tidak sesuai ekspektasi awal karena ternyata kami kurang awal menjual sehingga beberapa para calon pelanggan sudah beli baju. Namun sebagian besar barang laku terjual baik dibeli secara kontan maupun kredit.

Dari sini saya jadi tahu sebagian kecil perkara dagang, repotnya mencari supplier barang yang cocok sesuai target pasar, kkeluar masuknya uang, uang yang tertahan karena pembeli membayarnya secara mengangsur, menjalin relasi dengan penjual, salah hitung uang yang kadang terjadi karena kurang teliti, dan masih banyak hal lainnya.

Pada akhirnya keuntungan dari penjualan kontan sudah di tangan, bagi hasil antara saya, bulek, dan adek pun dibagi sesuai dengan porsinya masing-masing. Tak lupa pula sisihkan bagian untuk yang membutuhkan. Rezeki ramadhan 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: