Tiba-tiba Percakapan Kami Membahas Masa Muda Ibuk

Hari Jumat lalu (18/10/2013) saya ada perlu di bank BTN IAIN Sunan Ampel, ternyata seusai sholat Jum’at tepatnya pukul 13.00 saya mulai mengantri. Setelah mengisi form penyetoran dan meletakkannya pada teller saya kembali duduk. Duduk pada bangku besi berjajar empat, saya memilih bangku yang berada pada sisi dinding hingga bisa sandarkan punggung pada tembok. Satu persatu nasabah dipanggil, mulai dari ibu-ibu berseragam PNS, mbak-mbak mahasiswi S2 (menurut perkiraan saya) hingga beberapa mahasiswi yang datang bersama kawannya. Namun nama saya tak kunjung dipanggil.

“Dari fakultas mana nak?” suara berat lelaki tiba-tiba mengagetkan saya yang sedang mengecek chat whatsapp. Dan harum parfum bapak itu mulai mengusik hidungku, mengingatkan akan parfum paklek saya.

“Oh, saya bukan dari IAIN kok pak, saya dari ITS”

“Ooo dari ITS, dulu ngambil jurusan apa? pernah diajar mata kuliah agama pak Yahya? Dia anak saya, ikut program pertukaran dosen antara Dikti dan Depag”

“Rasanya dosen saya dulu bukan pak Yahya, Pak. Klo Bapak sendiri dinas dimana Pak?”

“Saya di IAIN sini kok nak, di fakultas Adab. Tapi sekarang sudah pensiun. Saya pensiun tahun 2001 nak.” ucap bapak itu sambil tersenyum. Bisa kulihat raut mukanya tenang, raut muka yang telah melewati berpuluh masalah peliknya kehidupan.

“Ibuk saya juga dosen IAIN lho pak, tapi di fakultas Syariah” ucap saya semangat.

“Oiya? siapa namanya nak?”

“Siti Dalilah. lengkapnya Siti Dalilah Candrawati” saya menunggu respon bapak itu, apakah kenal.

Lantas beliau mulai tersenyum, dan tiba-tiba percakapan kami membahas masa muda Ibuk.

“Siti Dalilah yang asal Gresik itu ya? yang rumahnya sekarang di daerah wiyung? Saya dulu pernah kesana sekali pas ada perlu.”

“Makanya anaknya kok ngganteng!” lanjutnya lagi. Kali ini beliau tertawa, sambil menepuk-nepuk paha saya. Saya pun mesam-mesem dewe.

“Lho kenal toh Pak? pernah ke rumah saya juga, saya nggak sadar, hehe”

“Lhaiya, ibukmu itu dulu banyak yang naksir. Saya dulu kenal sejak awal waktu ibukmu baru daftar kuliah, itu saat saya masih di bagian ngurusi pendaftaran mahasiswa baru.”

Saya pejamkan mata, membayangkan bagaiamana dulu masa muda ibuk. Sambil mesam-mesem dewe. Pak tua itu pun melanjutkan ceritanya.

“Dulu ibukmu itu banyak yang naksir, teman-temannya, juga seniornya. Tapi ya lempeng aja santai gak gampang goyah. Dandanannya juga sederhana.”

“Hehe, iya pak, mbah saya ngajarinya memang gitu”

Saya cuma bisa tertawa mendengar ceritanya, secantik apakah ibuk masa muda dulu? Ibuk semasa muda yang kuliah, aktif di beberapa organisasi, dan kegiatan positif lainnya. Yang kuingat hanya foto penganten ayah dan ibuk, dan beberapa foto ibuk dan mbahuti saat wisuda sarjana.

Ibuk dan Mbah Uti

foto Ibuk dan Mbah Uti (Oktober 2013)

“Tuan Susilo” panggil teller. Ah, itu nama ayah saya dipanggil

“Permisi ya Pak” saya memberikan kode pada pak tua lalu segera menuju teller untuk menyelesaikan transaksi atas nama ayah saya.

Selesainya saya duduk kembali di samping bapak itu, ada yang terlupa. Saya belum menanyakan namanya.

“Maaf Pak, Bapak namanya siapa ya?”

“Nama saya Surowi. Bilang saja dari fakultas Adab pasti ibukmu tahu.”

“Boleh minta no telponnya pak? siapa tau masih bisa berkomunikasi lagi nanti.”

Lalu saya  pun mencatat nomor telponnya, bukan nomor ponsel yang diberikannya, melainkan telpon rumah. Mungkin bapak ini tipe orang yang tak menggunakan ponsel.

Jam sudah menunjukkan pukul 13.15, saya pun pamitan ke pak Sarowi, ijin saya ke kantor hanya sampai jam 13.30. Terakhir tak lupa menjabat tangannya.

“Salam ya nak buat ibuk, pasti masih ingat saya.”

“Baik pak, saya balik dulu, Assalamualaikum”

Ah, Ibuk. Semoga kelak pendampingku se-shalehah engkau 🙂

Ibuk saya

Ibuk saya di depan rak buku favoritnya

Surabaya, 21 Oktober 2013 – 13:48

disela menunggu next task dari pak bos.

———————-

* mesam-mesem dewe = senyum-senyum sendiri
lempeng = datar

Advertisements

2 comments

  1. Halina Said · · Reply

    Like mother like son 😀

    Like

    1. begitu juga dengan son mu kelak mbak Han. 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: