Penggalan Cerpen : Kamu, Tujuh Tahun Berlalu

Makanan telah terhidang di meja namun kamu selalu enggan menyentuhnya.
“Aku masih menunggu minumannya datang.” ucapmu sambil melipat-lipat tisu.
Aku hanya tersenyum melihat tingkahmu yang mirip bocah.
“Kalau nggak gitu nggak lega.” sambungmu lagi.

Kini, tujuh tahun berlalu dan kamu masih tetap saja bertingkah seperti dulu. Pelayan depot tak kunjung mengantarkan pesanan minum kita. Kamu masih asik melipat-lipat tisu, menunggu yang tak kunjung datang. Disampingmu Zora, anak kita merengek-rengek kehausan.  Tingkahnya sungguh mirip sepertimu. Lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum.

——
Tulisan iseng menunggu makan&minum datang di warung kesukaan, sendirian. Haus

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: