Mengapa Aku Menulis dan Bergabung dengan FLP

oleh : Izzul Putra

Tombo Ati iku limo perkorone .. Kaping telu wong kang soleh kumpulono” lirik lagu Tombo Ati ciptaan Sunan Bonang langsug muncul di kepala ketika sedang mengikuti pelatihan perdana FLP Surabaya 3 Nopember 2013 lalu. Karena sebenarnya saya sedang mencari makna dalam keriuhan suasana open recruitment, mengapa saya ingin bergabung dengan FLP?

Awalnya, membaca karya cerpen surat kabar edisi minggu merupakan kenikmatan tersendiri pada akhir pekan. Rupanya tak cukup sampai disitu, saya mulai keranjingan dengan cerpen hingga menghasilkan setumpuk koleksi buku kumpulan cerpen karya Benny Arnas, Hamsad Rangkuti, Kuntowijoyo, Beni Setia, Zelfeni Wimra, Agus Noor, dan Buya Hamka. Makin hari keinginan saya tidak hanya sekedar membaca, namun juga mencipta, namun saya harus mulai dari mana?

“Wong kang sholeh kumpulono” ya kalimat itu pas sekali dengan yang saya butuhkan saat ini. Saya memaknai wong sholeh yaitu orang yang memiliki perilaku baik dan ahli di bidang kepenulisan. Memang saya hanya tahu beberapa penulis FLP seperti kang Abik, mbak Helvy, mbak Asma Nadia yang telah menghasilkan berpuluh buku dan tulisan-tulisan yang tersebar di berbagai media. Tak lama kemudian tersiar berita bahwa kumcer penulis favorit saya, bang Benny Arnas yang berjudul Bulan Celurit Api terpilih sebagai Kumcer Terpuji pada Munas FLP 2013 di Bali. Dari berita itu pulalah saya baru tahu bahwa bang Benny Arnas ternyata pernah menjadi ketua FLP LubukLinggau. Lalu apalagi yang saya cari?

Berangkat dari tiitik itulah saya makin mantap bergabung dengan FLP karena InsyaAllah lebih banyak manfaatnya daripada mudalaratnya, lalu apa manfaatnya? Rasanya saya belum bisa mengatakan manfaatnya karena belum menjalaninya, hanya berdasarkan keyakinan saja bahwa pada komunitas Forum Lingkar Pena ini berkumpul banyak orang-orang hebat yang juga sholeh dan sholehah.

Tentunya untuk mendapat hasil maksimal ada resiko yang harus ditanggung, seperti para pakar investasi bilang “High Risk High Return”. Mendapatkan manfaat pasti ada pula yang harus dikorbankan. Walaupun nantinya harus mengorbankan waktu santai, tenaga, finansial, dan perasaan. Insya Allah saya siap menjalani semuanya.

Surabaya,  7 Nopember 2013
disela nunggu tugas dari pak bos di kantor

——-
* tulisan ini bagian dari proses seleksi recruitment menjadi anggota FLP Surabaya 2013.

Advertisements

2 comments

  1. Halina Said · · Reply

    Ah, tujuanku belum semulia itu 😀

    Like

  2. luar biasa. 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: