Resensi : Cerita Kita di Kota Kata

19096266

Judul               : Cerita Kita di Kota Kata
Penulis            : Wina Bojonegoro, Stebby Julionatan, Yeti Kartikasari , dkk
Penerbit          : Komunitas Susastra Nunsantara
Tebal               : xviv + 192 Halaman

Kota dengan segala hiruk-pikuknya tak akan ada habisnya jadi sumber cerita. Itulah yang coba dituangkan dalam antologi cerpen Cerita Kita di Kota Kata (CCdKK), menangkap problema berlatar Surabaya.

CCdKK berisi 23 cerpen yang ditulis oleh 21 cerpenis yang tergabung dalam Komunitas Susastra Nusantara (KSN) memiliki keunikan tersendiri, dimana penulisnya bukan hanya penulis muda namun juga beragam profesi dan usia. Beberapa diantaranya Elde Firda – pengajar (30), Ibra Maulan (23), Ken Hanggara (22), Reffi Dhinar S – mahasiswi Sastra Jepang (22), Revi Wandini – perawat (22),dan beberapa lainnya.

Beberapa penulis madya yang tulisannya sudah malang-melintang di berbagai media dan telah menerbitkan beberapa buku juga ikut berpartisipasi sebut saja nama Titie Surya (40 Kesalahan Dalam Sholat, Nabila Sang Peri Kecil, Rindu yang Dirindui), Stebby Julionatan – penulis muda berbakat 2007 (novel LAN, kumcer Barang yang Sudah Dibeli tidak Dapat Ditukar Kembali), Didi Cahya  – peyiar (otobiografi Sam Brodie), Yeti Kartikasari (cerita anak, catatan perjalanan, artikel pendidikan, cerpen berserak di majalah Kartini, harian Radar Jogja, Radar Bromo, Kabar Probolinggo).

Kumcer CCdKK digawangi oleh penulis senior yang sudah malang melintang di dunia kepenulisan yaitu Wina Bojonegoro (Korsakov, Episode Surat Kejantanan, The Soul Fantasia, The Souls : Moonlight Sonata) . Wina Bojonegoro biasa dipanggil Bunda Wina, merupakan sosok penulis yang amat jarang di Indonesia ini, walau sudah memiliki “nama” di kancah nasional namun tidak malu untuk merangkul bahkan menjadi mentor bagi  para penulis muda hingga segala usaha tersebut bermanifestasi menjadi buku kumpulan cerpen CCdKK.

Meskipun cerpen-cerpen dalam CCdKK bersetting kota Surabaya yang identik dengan kota metropolis, namun masalah yang diangkat bukan sekedar kisah cinta platonis kaum urban dengan latar mal, apartemen, universitas, gedung-gedung perkantoran ber-AC. Bukan seperti itu, malah sebagian besar mengangkat problem sosial dengan latar tempat landmark kota Surabaya. Simak saja cerpen Doa Minta Hujan dengan latar Balai Pemuda, Memeluk Batu dengan latar TuguPahlawan, Malam-Malam Terry dengan latar tempat pantai Kenjeran,dan beberapa lainnya.

Dari keseleuruhan cerpen dalam CCdKK satu favorit saya yaitu Pesta Untuk Bintang karya Wina Bojonegoro. Berkisah tentang seorang single parent bernama Dita, pekerja department store yang harus menghidupi anak semata wayangnya bernama Bintang. Kerap kali karena pekerjaan Dita, Bintang harus ditinggalkannya sendiri bermain, lebih tepatnya menonton televisi diatas sofa tua. Pada hari ulang tahun Bintang ke lima, Dita mengundang para anak tetangga untuk mengahdiri pesta di rumahnya. Namun rupanya tak ada satupun tetangga yang datang, apa pasal? Para tetangga tak tahu harus menghadiri undangan tersebut ataukah tidak. Pasalnya, Dita diketahui tak pernah menikah, pun juga memiliki anak. Apalagi ternyata Bintang hanyalah sebuah boneka.

Pada cerpen ini Wina Bojonegoro membawa pembaca menikmati bermacam konflik yang dihadapi oleh tokoh utama mulai dari masa pra-nikah tokoh utama hingga menjadi single parent. Kesemuanya mendadak berubah ketika pada akhirnya tokoh utama dihadapkan pada persoalan bahwa semua hanyalah tercipta di alam fantasinya. Cerita dengan tema psichologycal thriller dengan twisted ending seperti ini kerap kali mengecoh pembaca, dan itu menyenangkan. Plot seperti ini juga merupakan salah satu resep jitu untuk membuat cerita yang menancap di memori pembaca. Plot twisted ending juga kerap kali dipakai dalam film-film top 250 IMDB[1] seperti the Butterfly Effect, a Beautiful Mind, Fight Club, Shutter Island, dan beberapa lainnya.

Di luar cerpen Pesta Untuk Bintang masih ada 22 cerpen lain yang tidak kalah apiknya dengan latar kota Surabaya. Selamat membaca.

Surabaya, 15 Desember 2013
Izzul Putra


[1]Film top IMDB : daftar 250 film yang memiliki rating tinggi pada Internet Movie Database (IMDB – http://www.imdb.com/chart/top )

Advertisements

2 comments

  1. Awal baca, aku agak pesimis karena buku ini isinya “tumplek blek” karya penulis senior dan junior.
    Pandangan awal sempet melihat sebelah mata untuk penulis junior, tapi begitu sudah masuk halam satu, dua, dst… wow! ternyata keren! 🙂

    Like

    1. Jangan dikira penulis junior gak punya “taring”. Ingat istilah “kuda hitam” dalam sebuah kompetisi kan? yang dianggap sebelah mata ternyata memiliki kemampuan tak terduga 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: