Menua Bersama

1391238_547673575379565_1110398608_n

Akan ada suatu fragmen dalam hidupmu kelak. Memandang pasangan yang semakin mengeriput, badan yang dulunya tegap kini membungkuk, otot mengendur, seakan tak ada daya. Namun cintamu seolah tak ada habisnya.

Engkau tetap memandangnya dengan binar mata yang tak pernah redup.

Adakah cintamu kelak serupa itu?

***

Saat kereta subway berhenti di sebuah stasiun, mata saya tertuju pada sepasang kekasih renta, kakek dan nenek yang baru memasuki gerbong kereta. Meski kedua matanya terlihat normal, namun rupanya penglihatan kakek telah kabur. Nenek menuntunnya masuk hingga duduk di bangku khusus orang tua. Setelah memastikan kakek duduk dengan nyaman, nenek menyusul duduk di sampingnya. Tak lama kemudian mereka berbincang, tertawa, ada cubitan-cubitan kecil di sela gurauan mereka.

Dua stasiun berlalu, menjelang sebuah stasiun (saya lupa namanya), nenek berdiri, memandang kakek di depannya beberapa lama. Lantas ia mengulurkan tangan, membantu kakek berdiri. Dengan tangan kiri menggenggam tangan nenek, dan tangan kanan bertumpu pada tongkatnya akhirnya kakek berhasil berdiri juga.

Kereta berhenti, dan seperti yang sudah-sudah ia menuntun kakek hingga keluar kereta.

Ini kali keberapa saya menjumpai pasangan renta yang serupa mereka.

***

Postingan ini spesial untuk kawan-kawan saya yang dalam bulan ini akan melaksanakan pernikahan :

Selamat menuju ke alam baru 🙂

Busan, 11 Oktober 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: