#TheScriptProject2 – Story#3 – Part 3 of 3

10860116_770387939663058_801413848_n

“In the ring we have the greatest man from Thailand! Sahachai Chatchawan. And the new guy, Griyadi from Indonesia .”
Pertandingan puncak ini akan menentukanku, apakah menjadi sang juara atau hanya jadi yang kedua.

“Uchi Mata! Griyadi make a score, Griyadi push down Sahachai! Sahachai now under pressure, if Griyadi can hold this situation for 30 seconds, he will win.”
“Ooww Sahachai look so desperate, he can’t push away Griyadi, 10 second left.” komentator terus saja berceloteh.
Teeeng! Bunyi lonceng kali ini adalah bunyi lonceng paling merdu yang pernah kudengar.

“Yeah, Indonesia! Griyadi win the fight. He is the new champion!”
Tepuk tangan bergemuruh, lagu Garuda di Dadaku menggema dari arah tribun penonton. Aku, Griyadi menjadi sang juara, menyabet emas dalam Sea Games 2015!

Sontak kulakukan sujud syukur, merapikan baju yang telah koyak, bersalaman dengan Sahachai, lantas berlari ke sisi arena pertandingan. Berpeluk haru dengan pelatih, dan seluruh kru timnas judo Indonesia.

Lagu Indonesia Raya dikumandangkan, sang saka merah putih diarak naik. Di sini, di atas podium, bahagia menjalari seluruh tubuh. Kupejamkan mata, bayang-bayang perjuanganku sampai berada di fase ini terbayang jelas. Tiap hari diomeli pelatih, latihan fisik yang menguras tenaga, dikarantina, jauh dari orang-orang tersayang. Semua itu seolah terbayar lunas saat melihat rona bahagia memancar dari wajah para suporter, dan … kulihat bapak duduk diantara mereka. Tunggu dulu. Bapak? Bukankah bapak meninggal akibat serangan jantung setahun setelah cedera tulang lenganku masa SMA dulu?

“Kamu kok ya ndableg! Sudah tahu hidup kita susah, malah cari masalah!”
“Maafkan Yadi, Yah.”
“Mau ngomong apalagi kamu sekarang? Jadi anak kok berani ngelawan orang tua!”
Segera kutepis bayang-bayang masa pemulihan cedera tulang lenganku dulu. Bapak yang rela merawatku meski kutahu dalam hatinya sebal. Bapak, inilah bukti bahwa anakmu mampu. Andai engkau disini, pastilah engkau menatapku bangga. Atau engkau malah merasa kalah? Bagaimanapun juga, terimakasih bapak. Aku menyayangimu.

———

I still look for your face in the crowd
Oh if you could see me now
Would you stand in disgrace or take a bow
Oh if you could see me now
~ The Script – If You Could See Me Now

#TheScriptProject #Sing Your Story

———

*Uchi Mata : salah satu teknik dalam judo, membanting lawan dengan menggunakan kaki yang diayun ke arah belakang hingga dapat mengangkat tubuh lawan sampai terbanting ke depan. *Ndableg : nakal, tidak mau mendengar nasehat orang tua.

———

image source : http://onebigphoto.com/lions-father-and-son/

post ini juga saya upload pada instagram http://instagram.com/p/w1MmOvDCxm 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: