Kunjungan ke Perpustakaan Kampus – Juni 2015

Kunjungan ke perpustakaan kali ini dalam rangka mengembalikan dua buah buku pengembangan diri, dan sebuah novel.

Meski sudah saya pinjam dua bulan sebelumnya, namun buku-buku tersebut tak kunjung tamat dibaca. Oke, saya tidak akan berdalih sibuk, tidak ada waktu, atau banyaknya tugas kuliah. Karena sebenarnya saya terlena dengan road-to-graduation-2016, side-project dan maen ponsel.

Sebenarnya buku-buku tersebut tidak terlalu membosankan, isinya apik malah. Akan saya ulas sedikit disini.

Pivot: How One Simple Turn in Attitude Can Lead to Success

Pivot : How One Simple Turn in Attitude can Lead to Success

Buku karya Alan R Zimmerman terbitan tahun 2006 ini merupakan jenis buku self management yang berisi tips-tips mengidentifikasi kebiasaan burukpemakluman atas kemalasan diri, serta beberapa poin dalam hidup yang perlu direnungkan kembali. Sehingga timbullah kesadaran untuk berubah ke arah yang lebih produktif dan positif.

Oiya, Buku ini belum saya baca seluruhnya, baru sepertiga bagian saja.

 

Steal Like an Artist: 10 Things Nobody Told You About Being Creative

Steal Like an Artist: 10 Things Nobody Told You About Being Creative

Buku karya Austin Kleon terbitan 2010 ini berisi kumpulan tips-tips ringan seputar menjadi artis. Seperti tidak ada hal yang benar-benar orisinal, pentingnya memiliki hobi dan proyek sampingan, memajang hasil kerja/portfoliomu di internet atau tempat yang mudah diketahui orang lain.

613218

When My Name was Keoko

Ini adalah novel bersetting korea tradisional pertama yang saya baca. Buku karya Linda Sue Park terbitan 2002 saya temukan di jajaran rak buku english fiction. Bersetting kehidupan Korea dalam masa penjajahan jepang – perang dunia 2. Dengan tokoh utama dua anak dari keluarga Kim, yaitu Sun-hee dan kakaknya Tae-Yul yang bercerita bergantian sepanjang sepanjang cerita. Masa itu Jepang berkuasa atas Korea Selatan, situasi berubah drastis, segala hal yang ada pada Korea Selatan harus diganti dengan Jepang. Mulai dari tidak boleh dikibarkannya bendera Korea Selatan, masyarakat harus berbahasa Jepang, penggunaan karakter Kanji/Katakana/Hiragana, bahkan sampai nama orang harus diganti dengan nama Jepang. Intinya segala kultur Korea dilarang untuk eksis. Keluarga Kim dengan terpakasa mengganti nama keluarganya menjadi Kaneyama. Begitu juga Kim Tae-Yul yang mengganti namanya menjadi Nubuo Kaneyama, dan Kim Sun Hee menjadi Keoko Kaneyama.

Oiya, Buku ini belum saya baca seluruhnya, baru dua pertiga bagian saja.

***

Seperti biasa, setelah mengembalikan buku saya mengelilingi rak-rak buku kategori sastra, sosial, dan sejarah. Beberapa buku yang tampaknya menarik untuk dibaca saya potret kovernya, barangkali di masa mendatang saya tertarik meminjam dan membacanya untuk kemudian tidak ditamatkan lagi beberapa diantaranya

Kategori Sejarah

Kategori Novel dan Sastra

Kategori Pengembangan Diri

***

Lalu buku mana yang pada akhirnya saya pinjam? Tunggu pada postingan selanjutnya.

Advertisements

2 comments

  1. ada buku2nya A Song of Ice and Fire ga kar?

    Like

    1. Kucari disini gak ada sih http://puliptest.pusan.ac.kr/en/index.ax buku apaan tuh Fai? novel?

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: